Toleran dalam Ketuhanan


Pengertian TOLERANSI Adalah: Manfaat, Macam macam dan Contohnya
Sumber: romadecade.org

Untuk menjadi hamba, manusia harus mempunyai watak toleran. 
Seharusnya pemahaman akan Tuhan itu bersifat pribadi, tidak perlu diobralkan seperti ibu-ibu mengobral aib tetangganya. Pemahaman akan Tuhan bisa jadi berbeda menurut setiap orang. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan latar belakang tiap orang. Seorang sosiolog akan mengatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial, sedangkan seorang biolog akan mengatakan bahwa manusia adalah mamalia.

          Hubungan antara manusia dan Tuhan adalah hubungan yang berada dalam konsep spiritualitas, bukan sosialitas sebagaimana yang dilakukan oleh sesama manusia. Oleh karena itu, kiranya tiap orang tidak mencampuri hubungan kawannya dengan Tuhan.

            Tetapi ada baiknya bahwa ilmu ketuhanan perlu diajarkan secara benar sesuai dengan agama masing-masing. Hal ini diperuntutkan untuk menghindari kesalahan pemahaman terhadap Tuhan sehingga terjadi sebuah benturan terhadap masyarakat. Sebagai contoh kesalahan tersebut dapat kita lihat dari salah satu sekte dalam Islam yang melakukan tindakan kekerasan terhadap pengikut agama lain dengan dalih Tuhan mencintai perbuatan tersebut. Dalam kasus ini, seolah tergambar Tuhan memerintahkan pada hamba-hambanya untuk melakukan tindakan brutal yang sangat bertentangan dengan kasih sayang.

     Dan Tuhan tidak perlu diteriak-teriakkan, karena ia hadir dalam bisikan-bisikan lirih dimanapun berada. Ia bahkan lebih dekat dengan kita daripada kedekatan kita terhadap diri kita sendiri. Mencaci seseorang dengan membawa nama Tuhan tentunya akan menodai keagungannya. Keagungan nama Tuhan tidak pantas bersanding dengan cacian kotor.
   
    Bertemanlah dengan orang-orang yang mempunyai toleransi tinggi terhadap pemahaman ketuhanan, maka engkau akan menjadi orang yang demokratis dalam segi apapun dengan tidak membuang konsep-konsep ketuhanan dalam agama.

Watak toleran akan menuntun kita pada pemahaman yang baik akan Tuhan. Seandainya saja seluruh orang di dunia ini mempunyai watak toleran, maka tidak akan ada lagi kasus pengeboman tempat ibadah ataupun serangan jantung setelah pemilu. Seandainya.
Omah Wetan, 08 Mei 2020




Comments

Post a Comment