Banyak dari kita yang tahu dan hafal dengan falsafah Urip iku urup. Falsafah Jawa yang satu ini sering sekali muncul dalam kehidupan kita. Bahkan ada beberapa orang non-Jawa yang tidak lagi asing dengan falsafah satu ini. Tapi, seberapa paham dan mengerti kita tentang isi dan makna dari falsafah ini? Mari sedikit kita kupas.
Falsafah ini juga merupakan bentuk kewajiban kita semua. Sebagai manusia, kita diharuskan memiliki budi dan perangai yang baik. Selain itu kita juga diwajibkan menjadi manusia yang bermanfaat bagi semesta. Saling mengasihi dan menyayangi antar sesama makhluq adalah salah satu bentuk perwujudannya. Hal ini juga selaaras dengan konsep Rahmatan lil ‘alamin dan Bismillahirrahmanirrahim dalam Islam.
Pada dasarnya tidak ada orang istimewa yang lahir dari kebiasaan biasa-biasa saja. Mereka lahir dari suatu kebiasaan luar biasa yang jarang dilakukan orang lain. Oleh karena nya. Diperlukan suatu upaya khusus seperti Mujahadah atau Lelaku prihatin. Tujuan nya tidak lain adalah untuk mengendalikan sifat Syaitoniyah yang merupakan lawan dari sifat Ilahiyah.
Akhirnya, kesadaran akan sifat Rahman Rahim-Nya harus di implementasikan tanpa batas. Sehingga nyatalah Rahatan lil ‘alamin dalam keseharian orang-orang yang berkesadaran Urip iku urup

Comments
Post a Comment