Kalau kita lihat,
lebaran di Indonesia sendiri mempunyai ciri khas yang unik. Hal-hal remeh semacam
memberikan angpao bagi tamu oleh tuan rumah telah menjadikan Idul Fitri menjadi
begitu berwarna. Anak-anak kecil berrebut bertamu ke rumah-rumah tetangga yang
sebenarnya tidak ia kenal betul. Tapi itu tidaklah penting, selagi kita bisa
melihat senyuman mengembang di pipi mereka, itu bukanlah masalah
Makanan juga menjadi
hal yang menarik dilihat. Ibu-ibu sibuk memasak rawon, soto ataupun kare yang
menambah kebahagiaan ketika lebaran datang. Para tamu diajak makan oleh tuan
rumah, mencoba mencicipi masakan. Silaturahmi terasa begitu menyenangkan.
Namun, lebaran
kita tahun ini terasa hambar dengan adanya virus yang mematikan. Pintu-pintu
rumah tertutup agar tak ada orang yang membawa virus masuk. Lebaran kali ini
terasa penuh dengan kesepian, membuat semua orang kembali sadar akan makna
lebaran. Mereka akan merindukan lebaran-lebaran sebelumnya yang begitu terasa
menyenangkan dengan tanpa adanya perintah memutus rantai virus. Dan semua akan
merindukan lebaran sebelumnya.
Sekian.
Omah Wetan.
Lebaran
Comments
Post a Comment