Rindu Lebaran


Libur Lebaran 2020 Hanya Dua Hari di Mei 2020, Cuti Bersama ...            Kalau kita lihat, lebaran di Indonesia sendiri mempunyai ciri khas yang unik. Hal-hal remeh semacam memberikan angpao bagi tamu oleh tuan rumah telah menjadikan Idul Fitri menjadi begitu berwarna. Anak-anak kecil berrebut bertamu ke rumah-rumah tetangga yang sebenarnya tidak ia kenal betul. Tapi itu tidaklah penting, selagi kita bisa melihat senyuman mengembang di pipi mereka, itu bukanlah masalah
           
Lebaran selalu dihiasi oleh canda tawa siapapun, meskipun itu adalah orang muslim yang tidak pernah puasa sekalipun. Mereka menikmati lebaran dengan sangat antusiasnya : megecat rumah dan membeli baju baru. Mereka adalah prajurit yang tidak ikut berperang tetapi menginginkan rampasan perang sesudahnya, begitu menjengkelkan. Tapi mengapa kita harus mempermasalahkannya? Bukankah mereka juga layak menerima kebahagiaan lebaran?
            Makanan juga menjadi hal yang menarik dilihat. Ibu-ibu sibuk memasak rawon, soto ataupun kare yang menambah kebahagiaan ketika lebaran datang. Para tamu diajak makan oleh tuan rumah, mencoba mencicipi masakan. Silaturahmi terasa begitu menyenangkan.
            Namun, lebaran kita tahun ini terasa hambar dengan adanya virus yang mematikan. Pintu-pintu rumah tertutup agar tak ada orang yang membawa virus masuk. Lebaran kali ini terasa penuh dengan kesepian, membuat semua orang kembali sadar akan makna lebaran. Mereka akan merindukan lebaran-lebaran sebelumnya yang begitu terasa menyenangkan dengan tanpa adanya perintah memutus rantai virus. Dan semua akan merindukan lebaran sebelumnya.
            Sekian.
Omah Wetan.
Lebaran



Comments